Kembali ke Ratu Bagus (Part 1)

Ratu Bagus, berasal dari kata Ratu dan Bagus. Ratu artinya raja atau pemimpin, dan Bagus artinya baik, suci , indah, mulia. Jadi, Ratu Bagus bisa diartikan sebagai Raja atau pemimpin yang baik, penguasa yang mulia. Dalam kontek spiritual, kita menyebut Ratu Bagus sebagai “energi”. Energi suci yang membersihkan dan menyucikan batin manusia.

Kembali ke Ratu Bagus memiliki makna bahwa kita menuju ke jati diri sebagai manusia. Manusia yang sejati, penuh dengan cinta kasih, cinta yang besar dan universal. Cara yang sangat sederhana bagi kita sebagai sisya adalah mengkiblatkan segala perilaku dan cara berpikir kita kepada sosok dan karakter Ratu Bagus.

Kita butuh contoh, panduan dan titik fokus karena keterbatasan kita. Kemudian melalui olah rasa itu kita dituntun menuju kesejatian. Terlihat sangat sederhana tetapi tidak mudah, karena harus memiliki pondasi yang kuat, yang salah satunya adalah kiblat kepada guru Ratu Bagus.

Karakter dan sifat-sifat Ratu Bagus yang penuh cinta kasih, tulus, pengabdian serta tanggung jawab kepada alam semesta bisa menjadi panutan dan diikuti oleh para sisya. Dari sinilah kita akan memahami kesadaran tentang energi Ratu Bagus. Hal ini mesti dipahami dan disadari, karena terkadang sifat dan ego kita sering keluar dari rel energi yang cenderung menjauhkan diri kita dari pakem dan ajaran beliau.

Ego membuat diri kita merasa paling benar dan selalu menyalahkan, sehingga tanpa sadar lupa akan kesejatian diri kita. Sesungguhnya, pikiran kita yang negatif tetapi melihat orang lain yang negatif, pikiran kita merasa paling benar sehingga harus menyalahkan yang lain dan akhirnya tanpa sadar akan memecah belah bahkan ingin menguasai. Semua ini adalah pergolakan dan peperangan dalam diri, antara pikiran dan hati sampai akhirnya salah satu menentukan kemenangannya.

Hal ini akan selalu ada dalam setiap proses spiritual, namun yang paling penting adalah harus bisa lepas dari belenggu tersebut hingga munculnya kesadaran. Kesadaran akan ketulusan, keikhlasan hati dalam pengabdian, rendah hati dalam sikap, menjunjung dan menjaga etika, serta tahu akan tugas dan tanggungjawab sebagai sisya.

Kembali ke Ratu Bagus adalah perjalanan ke dalam diri untuk memahami hakekat sang diri, karena sesungguhnya di sana ada Ratu Bagus, barulah kemudian memahami Ratu Bagus yang ada di luar. Puncaknya adalah kebijaksanaan. Tidak lagi berkutat tentang angka 6 dan 9 karena itu hanyalah persepsi dan sudut pandang masing-masing untuk merasa benar, tetapi lebih pada bagaimana memahami keduanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *