Gajahmina, Kendaraan Terakhir Menuju Sunia Loka

Filosofi Gajah Mina ‘ikan berkepala gajah’, dalam kepercayaan Hindu Bali, Gajah Mina adalah simbol mahkluk mitologi yang dipercayai sebagai manifestasi dari dewa lautan yakni Dewa Baruna. Gajah Mina juga dipercayai sebagai mahkluk penyelamat dunia yakni ‘MATSYA’, yang merupakan awatara Dewa Wisnu. Dalam lontar Yama Tatwa, simbol Gajah Mina juga dipakai sebagai petulangan / wadah dalam upacara kematian (ngaben) yang nantinya dalam prosesi ini petulangan akan dibakar bersamaan dengan mayat / unsur Panca Maha Bhuta  sang meninggal. Makna ini bermaksud sebagai ketika seseorang meninggal dan di bakar sesuai dengan kepercayaan Hindu Bali, mahkluk mitologi ini akan membawa roh / Brahman ke tempat sunya loka, atau ketempat dimana asal muasal Brahman.

Pembuatan sketsa desain Gajah Mina
Dalam pembuatan sketsa patung / pelinggih Gajah Mina yang sesuai apa yang diwacanakan Jero Lanang. Dalam desain, patung Gajah Mina akan dibuat dengan ukuran +-8 sampai 9 meter, dari kepala sampai ujung ekor. Dan diatas Gajah Mina akan berdiri tegak “meru tumpang pitu” bangunan candi pura dengan atap tujuh tingkat. Diperkirakan linggih Gajah Mina inti dari atas tanah sampai ujung candi mencapai +- 7 sampai 8 meter.

Material pembuatan Gajah Mina.
Linggih Gajah Mina dalam diskusi kita sisya bersepakat menggunakan material batu kali sebagai fondasi patung, semen dan pasir sebagai perekat. Lain dengan material pembuatan bodi / tubuh Gajah Mina, menggunakan kombinasi besi dan serbuk batu padas. Besi digunakan sebagai pembentukan struktural anatomi tubuh Gajah Mina, bertujuan untuk mengoptimalkan dan memaksimalkan bentuk sesuai dengan sketsa desain yang sudah direncanakan. Setelah besi terpasang, akan di balut dengan material batu padas, dan dipahat untuk mendapatkan bentuk detail dari segi anatomi, dan ornamen yang maksimal.

Pemasangan wastra / kain di Gajah Mina.
Pemasangan kain, bertujuan untuk mengucap rasa bakti syukur, dan penghormatan terhadap linggih Gajah Mina yang sedang kita garap, dan ini kita rayakan pada tanggal 25 Januari 2025.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *